Profil Desa

Sejarah Desa namun

ASAL MULA NAMA

DESA NAMUN

 

Bismillahirahmanirrahim.

Salah satu Kampong yang termasuk wilayah Kecamatan Haruai Kab. HSU (Amuntai) ± pada tahun 1950 yang lalu, Kewedanaan Tabalong adalah Kampong Namun. Kata Namun di ambil dari salah satu nama Pohon (Buah) yang banyak terdapat di Kampong itu, dalam bahasa dahulu ada yang menyebut Pohon (Buah) tersebut Lanamun ada juga yang menyebut Dandalon. Dikarenakan Pohon (Buah) itu banyak tumbuh (hidup) di pinggiran (tepi) sungai, yang terbanyak hidup (tumbuhnya) dipertemuan Sungai Uwi dan Sungai Liyu (Jaro) pertemuan ke dua sungai itu di namai Muara Namun (Muara Sungai). Karena masyarakat sering mencari ikan di muara sungai tersebut, warga biasa saling sapa dan tanya ? dimana memancing, menjala, menjaring ikan banyak dapat ikannya, yang ditanya menjawab di Muara Lanamun, sejak itulah nama Kampong di namai Kampong Namun.

Kampong Namun mendapat surat pengakuan sebagai kampong yang ada pembekalnya sejak tanggal 8 Januari 1958. Pada waktu itu Kampong Namun masuk (ikut) wilayah Kecamatan Haruai Kab. HSU (Amuntai), Kewedanaan Tabalong (Tanjung). Karena Perubahan Bahasa (sebutan) Kampong Namun menjadi Desa Namun dan sejak tahun 1961 Desa Namun Masuk (ikut) wilayah Kecamatan Muara Uya, di karenakan Kecamatan Haruai di mekarkan dan desa Muara Uya di jadikan Kecamatan, berpisah dengan Haruai. Kemudian pada tahun 1986 Kecamatan Muara Uya di mekarkan juga, Desa Jaro di jadikan Kecamatan, sejak tahun 1986 itulah Desa Namun sudah masuk wilayah Kecamatan Jaro.

Nara Sumber :

-         Dukomen Kades Pertama ( Junait )

-         Cerita Lisan Kades Kedua ( Anwar Kaderi )

Terimakasih